Mencatat transaksi/dokumen ke dalam jurnal umum itu bagaimana sih?

Untuk lebih memperdalam wawasan kamu mengenai tahapan pencatatan jurnal, berikut ini adalah contoh pencatatan transaksi Nicholas yang mau membuka usaha yang menginvestasikan dana Rp 50.000.000 cash ke dalam usahanya.

Langkah 1. Dokumen sumbernya adalah slip deposito bank dan cek milik Nicholas sebesar Rp 50.000.000 yang diambil dari rekening pribadinya di bank.

Langkah 2. Akun yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut adalah kas dan modal Nicholas. Kas adalah akun aktiva dan modal adalah akun ekuitas pemilik.

Langkah 3. Kedua akun tersebut mengalami penambahan sebesar Rp 50.000.000. Oleh karena itu kas didebit yaitu akun aktiva yang mengalami penambahan dan modal Nicholas dikredit yaitu akun ekuitas pemilik yang mengalami penambahan.

Langkah 5. Ayat jurnalnya adalah :

Date            Accounts & explanation   Debit   Kredit
June 2 Cash 50.000.000
   Nicholas, capital 50.000.000
Received initial investment from owner

Ayat jurnal terdiri dari (a) tanggal transaksi, (b) nama akun yang didebit (ditulis lebih ke kiri), (c) nama akun yang dikredit (ditulis agak masuk ke dalam), nilai rupiah dari (d) debit (kiri) dan (e) kredit (kanan) tidak memasukkan tanda rupiah ke dalam kolom uang dan (f) keterangan singkat mengenai transaksi.

Petunjuk pembantu: untuk menganalisis suatu transaksi, kita harus menunjukkan lebih dahulu pengaruhnya (jika ada) terhadap kas. Apakah kas mengalami penambahan atau pengurangan? Kemudian carilah pengaruhnya terhadap akun lain.

Fungsi jurnal umum akuntansi adalah untuk memberikan informasi yang tidak diberikan olah akun dalam buku besar. Setiap ayat jurnal menunjukkan secara lengkap pengaruh dari suatu transaksi usaha. Dari investasi Nicholas, akun kas menunjukkan suatu gambaran, yaitu debit sebesar Rp 50.000.000, sedangkan akun yang dikredit adalah akun modal. Tetapi bayangkanlah kesulitan yang akan dihadapi jika kita harus menghubungkan debit dan kredit untuk ratusan jumlah transaksi harian, tanpa adanya catatan yang terpisah untuk masing-masing transaksi.

Sistem akuntansi apapun yang dipakai, akuntan tetap harus menganalisa setiap transaksi usaha. Setelah transaksi dianalisa, suatu perangkat lunak akuntansi dapat melakukan semua pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh akuntan secara manual. Misalkan bila anda berbelanja di Matahari dan kasir dari Matahari tersebut ‘menggosok’ kartu Mastercard anda, maka secara otomatis sistem akuntansi akan mencatat pendapatan penjualan dari Matahari dan piutang dari Mastercard. Komputer secara otomatis akan melakukan pencatatan jurnal atas transaksi tersebut. Kemampuan komputer untuk melakukan pekerjaan matematis dan rutin secara cepat menyebabkan akuntan mempunyai lebih banyak waktu yang dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan.

Nah semoga contoh pencatatan transaksi kedalam jurnal umum ini bisa membantu kamu dalam memahami fungsni jurnal umum. Lihat juga aturan debit kredit dalam akuntansi :)