Artikel konsep pendapatan nasional ini akan menjelaskan kelemahan konsep pendapatan nasional / kelemahan konsep perhitungan pendapatan nasional & kelemahan pendapatan nasional sebagai indikator kesejahteraan.

Kelemahan Konsep Pendapatan Nasional

GDP atau Pendapatan Nasional merupakan alat yang baik untuk mengukur aktifitas ekonomi dalam berbagai pasar. Namun terdapat kelemahan dalam pengukuran GDP yaitu adanya beberapa aktifitas yang tidak dapat diukur karena dilakukan di luar pasar sehingga tidak tercatat. Aktifitas yang tidak tercatat adalah :

    1. Aktifitas illegal
    2. Aktifitas yang tidak dilaporkan
    3. Aktifitas yang tidak dibayar
    4. Akibat buruk aktifitas ekonomi

  1. Aktifitas Ilegal

Aktifitas illegal seperti perdagangan obat bius, perjudian atau pelacuran tidak masuk dalam perhitungan GDP. Oleh karena transaksi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Padahal kegiatan tersebut melibatkan uang dan sumber daya yang sangat besar.

  1. Aktifitas yang Tidak Dilaporkan

Di Negara yang belum begitu maju teknologinya, sistim pencatatan belum sempurna maka tidak semua aktifitas penduduk dapat dicatat. Banyak aktifitas produktif yang tidak tercatat, misalkan penduduk yang mempunyai pekerjaan sampingan atau pedagang kecil.

  1. Aktifitas yang Tidak Dibayar

Banyak aktifitas produktif yang dilakukan tanpa dibayar karena sifatnya sosial misalkan membantu korban bencana alam, atau aktifitas sosial lainnya. Termasuk di dalamnya adalah aktifitas anggota rumah tangga yang dilakukan di rumah seperti aktifitas ibu rumah tangga.

  1. Akibat Buruk Aktifitas Ekonomi

Aktifitas ekonomi tidak selalu membawa dampak positif, terutama dampak sampingannya. Akibat banyaknya pabrik, maka akan terjadi polusi udara atau polusi air yang berdampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Sampai saat ini masih sulit sekali menghitung berapa kerugian yang diakibatkan oleh dampak sampingan dari aktifitas ekonomi.

Nah itulah beberapa kelemahan-kelemahan dalam konsep pendapatan nasional. Semoga bermanfaat !