Materi penilaian persediaan ini akan menjelaskan macam macam metode penilaian persediaan mulai dari penilaian persediaan dengan metode lifo, metode penilaian persediaan fifo dan perbedaan metode pencatatan fifo lifo dan biaya rata rata.

Metode Penilaian Persediaan Barang Dagang

Sistem pencatatan dan penilaian persediaan / metode penilaian persediaan dalam akuntansi itu seperti apa sih?

Metode pencatatan persediaan atau metode penilaian persediaan menurut psak adalah sebagai berikut :

Metode Harga Pokok Spesifik

Metode harga pokok spesifik dipakai untuk persediaan yang dapat diidentifikasikan secara individu. Misalkan perusahaan mempunyai persediaan dua buah mobil yang dapat dibedakan. Harga pokok persediaan dari mobil A adalah Rp. 40.000.000,- sedangkan harga pokok persediaan dari mobil B adalah Rp. 60.000.000,-. Jika mobil A terjual dengan harga Rp. 45.000.000,- maka laba kotor yang diperoleh dari penjualan tersebut adalah Rp. 5.000.000,-, (Rp. 45.000.000 – Rp. 40.000.000,-). Metode ini biasanya tidak praktis bila dipakai untuk menilai persediaan yang mempunyai karakter yang relatif sama, seperti sabun, cat, padi dan lain-lain.

Metode Rata-rata Tertimbang

Metode rata-rata tertimbang sering juga disebut dengan metode rata-rata (average method). Sistem pencatatan dan penilaian persediaan ini didasarkan pada rata-rata tertimbang dari harga pokok persediaan pada periode tersebut. Harga pokok persediaan didapat dengan membagi harga pokok barang yang dapat dijual (harga pokok persediaan awal ditambah pembelian) dengan jumlah unit yang tersedia untuk dijual.

First-in First-out (FIFO)

Dalam metode First-in first-out, perusahaan harus mempunyai catatan mengenai kapan dan dengan harga berapa pembelian tesebut dilakukan. Harga pokok per unit yang digunakan untuk menghitung harga pokok persediaan bisa berbeda dengan yang digunakan untuk menghitung harga pokok penjualan. Dalam metode FIFO, harga beli dari barang yang pertama kali masuk dalam persediaan akan menjadi harga pokok yang pertama kali dibebankan pada harga pokok penjualan. Harga pokok persediaan akhir didasarkan pada harga pembelian barang yang paling akhir.

Last-in, Last-out (LIFO)

Metode LIFO adalah kebalikan dari metode FIFO. Dalam metode LIFO harga pokok persediaan yang paling akhir yang akan terlebih dahulu dibebankan sebagai harga pokok penjualan. Dengan demikian harga pokok persediaan akhir terdiri dari harga beli dari barang-barang yang lama yang biasanya merupakan harga pokok persediaan awal.

Nah sekarang coba sebutkan 4 macam metode penilaian persediaan barang dagang !. Masih inget kan?

Baca juga pengertian persediaan barang dagang & perbedaan fifo lifo dan average :)