Artikel pencatatan akuntansi untuk franchise ini akan menjelaskan perlakuan akuntansi franchise / akuntansi perusahaan franchise dan jurnal akuntansi franchise / jurnal akuntansi waralaba.

Pencatatan Akuntansi Untuk Franchise

Dalam akuntansi perusahaan waralaba, akuntan harus dapat menganalisis suatu transaksi dan mempertimbangkan segala situasi dalam memilih dan menerapkan satu atau lebih dasar pengakuan pendapatan dan selanjutnya, mungkin memantau situasinya selama periode waktu yang panjang. Perlu di ingat bahwa dalam akuntansi untuk franchise ini perusahaan franchise memperoleh pendapatannya dari dua sumber yaitu :

  • penjualan franchise awal dan aktiva atau jasa yang berkaitan, dan
  • mengalirnya iuran (fee) berdasarkan operasi franchise.

Pembayaran Awal Franchise

Pencatatan akuntansi waralaba untuk pembayaran awal akan dicatat sebagai pendapatan hanya bila dan pada waktu franchisor memberikan pelaksanaan yang substansial atas jasa-jasa yang wajib dilaksanakan dan penagihan pembayaran dapat dipastikan dengan layak. Pelaksanaan yang substansial terjadi bila franchisor tidak memiliki kewajiban lagi untuk mengembalikan berapapun kas yang diterima, atau melepaskan semua wesel yang belum dibayar, serta telah melakukan jasa-jasa awal sesuai dengan keharusan dalam kontrak.

Contoh Akuntansi Waralaba

Sebagai contoh, asumsikan Tum’s Pizza, Inc membebankan pembayaran awal franchise sebesar $50,000 untuk hak operasi sebagai franchisee Tum’s Pizza. Dari jumlah itu sebesar $10,000 dapat dibayarkan bila persetujuan sudah ditandatangani dan sisanya dapat dibayrakan dalam lima kali pembayran tahunan masing-masing sebesar $8,000.  Sebagai imbalan atas pembayaran awal franchisee, franchisor akan membantu pemilihan tempat, mengawasi aktivitas pembangunan dan lain-lainnya.

Jika peringkat kredit bagi franchisee bahwa ia dapat meminjam uang dengan tingkat bunga 8%, maka nilai sekarang anuitas lima kali penerimaan tahunan yang masing-masing $8,000 yang didiskontokan 8% adalah $31,941.68. Diskonto sebesar $8,058.32 merupakan pendapatan bunga yang diakrualkan oleh franchisor selama periode pembayaran. Adapun pencatatan pembayaran awal tersebut sebagai berikut :

1. Bila ada kemungkinan uang muka dikembalikan dan jika jasa yang substansial masih harus dilakukan oleh Tum’s Pizza, Inc, maka ayat jurnal akuntansi waralabanya adalah sebagai berikut:

Kas                          10,000

Wesel Tagih            40,000

              Diskonto Wesel Tagih                                          8,058.32

              Pembayaran Franchise yang blm dihasilkan     41,914.68

2. Bila kemungkinan pengembalian sangat kecil, jasa di masa yang akan datang jumlahnya minimum, penagihan wesel dapat dipastikan dengan layak dan pelaksanaan yang substansial telah terjadi, maka ayat jurnal akuntansi franchisenya adalah sebagai berikut :

Kas                                                         10,000

Wesel Tagih                                           40,000

              Diskonto Wesel Tagih                                          8,058.32

              Pendapatan dari pembayaran franchise            41,941.68

3. Bila uang muka tidak dapat dikembalikan (menunjukkan bahwa jasa yang wajar telah diberikan), dengan jumlah jasa yang signifikan masih harus dilakukan oleh franchisor pada periode mendatang, dan penagihan wesel dapat dipastikan dengan layak, maka ayat jurnalnya :

Kas                                                         10,000

Wesel tagih                                            40,000

              Diskonto Wesel Tagih                                            8,058.32

              Pendapatan dari pembayaran franchise             10,000.00

              Pendapatan Franchise yang blm dihasilkan       31,941.68

4. Bila uang muka tidak dapat dikembalikan, dan tidak ada jasa yang disyaratkan pada franchisor di periode mendatang dan penagihan wesel sangat tidak pasti, maka pengakuan wesel sebagai aktiva tidak dibenarkan :

Kas                                                         10,000

              Pendapatan dari pembayaran Franchise               10,000

5. Bila kondisi sama dengan no 4 tapi uang muka dapat dikembalikan atau jasa substansial masih harus dilaksanakan :

Kas                                                              10,000

              Pembayaran franchise yang blm dihasilkan          10,000

Dalam kasus no 4 dan 5 dimana penagihan sedemikian tidak pasti, maka penagihan kas mungkin diakui dengan memakai metode cicilan atau metode pemulihan biaya.

Pembayaran Franchise Berlanjut

Pembayaran franchise yang berlanjut diterima sebagai imbalan atas kelanjutan hak yang diberikan pada persetujuan franchise dan penyediaan berbagai jasa. Pembayaran tersebut dilaporkan sebagai pendapatan saat dihasilkan dan dapat ditagih dari franchise.

Semoga penjelasan mengenai materi pencatatan akuntansi untuk franchise ini bisa menambah wawasan kamu mengenai perlakuan akuntansi untuk franchise. Lihat juga pengakuan pendapatan penjualan konsinyasi :)