Materi ini menjelaskan tentang pengertian biaya terkendali dan biaya tak terkendali, perbedaan biaya terkendali dan tidak terkendali, contoh biaya terkendali dan biaya tidak terkendali / contoh biaya terkendali dan biaya tak terkendali.

Pengertian Biaya Terkendali dan Biaya Tak Terkendali

Pengertian Biaya Terkendali

definisi biaya terkendali / pengertian biaya terkendalikan :

Biaya terkendali adalah biaya yang dapat dipengaruhi oleh tindakan dari anggota tertentu dari usaha tersebut. Contoh biaya terkendali adalah biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan langsung, yang dikendalikan secara langsung oleh pihak manajemen.

Biaya terkendali adalah biaya yang dikeluarkan oleh suatu tempat biaya ( misalnya bagian departemen tertentu ) dan atas pengeluaran biaya tersebut seseorang harus mempertanggungjawabkannya. Contoh biaya terkendali adalah biaya iklan untuk menjual produk, biaya iklan ini merupakan biaya terkendali bagi departemen penjualan.

Pengertian Biaya Tidak Terkendali

Biaya tidak terkendali adalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh tindakan dari anggota tertentu dari usaha tersebut. Dengan kata lain biaya-biaya pengeluaran yang dikendalikan oleh seorang individu mungkin tak terkendali oleh individu lain. Contoh biaya tak terkendali adalah : Seorang pengawas alat berat hanya dapat mengontrol biaya yang berkaitan dengan alat-alat berat atau biaya dengan departemen yang sama dan bukan mengawasi dan mengontrol departemen yang lain.

Biaya tak terkendali adalah biaya yang tidak bisa dibebankan tanggung jawab pengeluarannya oleh seseorang manajer pusat biaya. Contoh biaya tak terkendali adalah biaya penyusutan mesin. Hal ini dikarenakan biaya penyusutan mesin tidak bisa dipengaruhi dan bukan tanggung jawab manajer pusat biaya dimana penyusutan dibebankan.

Perbedaan Biaya Terkendali dan Biaya Tak Terkendali

Dapat disimpulkan bahwa perbedaan biaya terkendali dan biaya tak terkendali adalah sebagai berikut :

Biaya tak terkendali adalah biaya yang diberlakukan oleh pihak eksternal, contohnya pembayaran sewa yang harus dibayar ke pihak eksternal (penyewa). Oleh karena itu, biaya tetap pada umumnya digunakan dalam biaya tak terkendali. Biaya tidak terkendali adalah biaya yang tidak dapat dikendalikan dan perusahaan harus membayar apa pun yang terjadi, misalnya jika perusahaan telah menyewa sebuah tempat yang berguna untuk melakukan produksi maka jika perusahaan menghasilkan 100 unit produksi atau 1.000 unit atau bahkan tidak ada unit sama sekali maka biaya sewa akan tetap sama.

Biaya terkendali adalah biaya yang dapat di cek dan diperiksa keberadaannya namun sifatnya terbatas. Pada umumnya biaya variabel dapat dimasukkan ke dalam biaya terkendali. Dengan kata lain biaya terkendali adalah biaya yang dapat dikontrol langsung dari sebuah produksi barang jadi.

Semoga artikel pengertian biaya terkendali dan biaya tak terkendali ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua. Lihat juga pengertian biaya tetap dan biaya variabel beserta contohnya :)