Untuk menghitung Pendapatan Nasional ada 3 cara atau pendekatan, yaitu :

    1. pendekatan nilai tambah (value added approach)
    2. pendekatan pengeluaran (expenditure approach)
    3. pendekatan pendapatan (income approach)

Oleh karena tujuan dari semua pendekatan di atas adalah menghitung sesuatu yang sama yaitu pendapatan nasional atau GDP, maka hasil perhitungan yang diperoleh untuk ke tiga pendekatan harus sama. Sedangkan GDP perkapita diperoleh dari total GDP dibagi dengan populasi.

Angka GDP juga dapat dipergunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi suatu Negara dengan rumus :

GDP riil sekarang – GDP riil tahun lalu

—————————————————————————- x 100%

GDP riil tahun lalu

Perhitungann Pendapatan Nasional Pendekatan Nilai Tambah (Value Added Approach)

Nilai tambah adalah perbedaan antara nilai produk pada saat meninggalkan satu tahap produksi dan nilai produk tersebut pada saat masuk ke tahap produksi. Perhitungan dengan cara ini dipergunakan untuk menghindari perhitungan dua kali karena produk final mengandung produk antara.

Contoh perhitungan

 Tahap produksi                 Nilai jual/unit (Rp)                   Nilai tambah/unit (Rp)

  1. gandum                              500                                                     500
  2. tepung                               650                                                     150
  3. roti                                   1000                                                    350

Total                                                                                                       1000

Jadi untuk menghitung pendapatan nasional atau GDP dengan pendekatan nilai tambah (value added approach) adalah dengan cara menambahkan semua nilai tambah dari semua barang dan jasa di perekonomian atau menambahkan nilai produk finalnya.

Dalam data statistik Indonesia, penghitungan dengan pendekatan nilai tambah dapat dilihat pada tabel di bawah ini yaitu GDP berdasarkan sektor produksi dari tahun 2000 – 2003 atas dasar harga konstan 1993. GDP pada tabel di bawah ini adalah GDP riil pada tahun yang bersangkutan karena sudah disesuaikan dengan harga tahun 1993.

Produk Domestik Bruto Atas Dasar Harga Konstan 1993 Menurut Lapangan Usaha (miliard rupiah) 2000-2003.

No. Lapangan Usaha 2000 2001 2002 2003
1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 66.208,9 67.318,5 68.669,7 70.374,4
2. Pertambangan dan Penggalian 38.896,4 39.401,3 40.404,8 40.590,8
3. Industri Pengolahan 104.986,9 108.272,3 111.982,5 115.900,7
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 6.574,8 7.111,9 7.538,4 8.052,2
5. Bangunan 23.278,7 24.308,2 25.488,4 27.196,2
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 63.498,3 65.824,6 68.333,3 70.891,3
7. Pengangkutan dan Komunikasi 29.072,1 31.338,9 33.855,1 37.475,5
8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 27.449,4 28.932,3 30.590,8 32.512,5
9. Jasa-jasa 38.051,5 39.245,4 40.080,1 41.459.9
PRODUK DOMESTIK BRUTO 398.016,9 411.753,5 426.942,9 444.453,5

Biro Pusat Statistik 2004.

Lihat juga contoh soal pendapatan nasional dan jawabannya :)