Materi akuntansi ini akan menjelaskan tujuan pemeriksaan atas kas dan setara kas / tujuan audit kas dan setara kas,

Tujuan Audit Kas dan Setara Kas

Apa sih tujuan dari pemeriksaan kas dan setara kas ? Tujuan dilakukan pemeriksaan kas dan setara kas adalah sebagai berikut :

  • Untuk memeriksa apakah ada pembatasan untuk penggunaan kas dan setara kas. Jika perusahaan menyisihkan sebagian dana yang dimiliki untuk keperluan pelunasan obligasi berikut bunganya maka dana tersebut tidak dapat dilaporkan sebagai bagian dari kas di harta lain. Begitu juga jika ada saldo rekening giro yang dibekukan karena perusahaan tersangkut suatu masalah hukum, maka saldo tersebut tidak boleh dilaporkan sebagai bagian dari kas di harta lancar.
  • Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank ( baca>> pengendalian kas dalam akuntansi ).
  • Untuk memeriksa seandainya ada saldo kas dan setara kas dalam valuta asing, apakah saldo tersebut sudah dikonversikan terhadap rupiah dengan menggunakan kurs dengan Bank Indonesia pada tanggal neraca dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan ke laba rugi tahun berjalan.
  • Untuk memeriksa apakah saldo kas dan setara kas yang ada di neraca pertanggal neraca betul-betul ada dan dimiliki oleh perusahaan, maksudnya auditor harus meyakinkan dirinya bahwa kas dan setara kas yang dimiliki perusahaan betul-betul ada dan dimiliki perusahaan dan bukan milik pribadi direksi atau pemegang saham. Karena itu auditor harus melakukan kas opname dan mengirim konfirmasi ke bank.
  • Untuk memeriksa apakah penyajiannya neraca sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Nah itulah tujuan audit terhadap kas dan setara kas secara umum. Biar tambah pinter ayo coba kamu sebutkan tujuan audit atas kas dan setara kas kembali ! Baca juga faktor-faktor yang mempengaruhi kas perusahaan & aliran kas dalam perusahaan. Semoga bermanfaat ! :)