Artikel ekonomi makro kali ini akan menjelaskan tentang konsep pendapatan nasional.

Konsep Pendapatan Nasional

Output nasional adalah nilai pasar total ouput suatu Negara. Nilai pasar di sini adalah nilai dari semua final product (produk final) yang diproduksi dalam jangka waktu tertentu. Berdasar konsep tersebut maka output nasional juga bisa disebut sebagai pendapatan nasional suatu Negara.

Mengapa dalam konsep output nasional yang dihitung hanya final product (produk final)? Output suatu perusahaan dapat berupa final product (produk final) bila langsung dikonsumsi, namun dapat pula berupa intermediate product (produk antara) bila output tersebut dipergunakan sebagai input untuk perusahaan lain. Jadi bila nilai semua output ditambahkan, akan ada output yang nilainya dihitung beberapa kali. Oleh karena itu nilai yang dihitung dalam pendapatan nasional hanya nilai produk final saja.

Istilah yang biasa digunakan untuk pendapatan nasional adalah GDP (Gross Domestic Product/Produk Domestik Bruto/PDB) dan GNP (Gross National Product/Produk Nasional Bruto/PNB). Perbedaan antara keduanya adalah :

perbedaan gdp dan gnp dalam ekonomi makro beserta contoh

GDP merupakan nilai pasar barang dan jasa yang diproduksi dengan mempergunakan faktor produksi yang terdapat di dalam Negara tersebut. Sedangkan GNP adalah nilai total output yang diproduksi dengan mempergunakan faktor produksi yang dimiliki oleh Negara tersebut yang berada baik di dalam maupun di luar Negeri.

Sebagai contoh, perusahaan asing yang berada di Indonesia, hasilnya masuk ke GDP tetapi tidak masuk ke GNP, karena perusahaan berproduksi di Indonesia tetapi mempergunakan faktor produksi (modal) dari Negara lain. Sedangkan bagi tenaga kerja yang bekerja di luar negeri, pendapatannya diperhitungkan dalam GNP tetapi tidak di GDP.

Nah itulah konsep pendapatan nasional yang harus kamu pahami dalam mempelajari ilmu ekonomi makro.