Pengertian neraca pembayaran defisit surplus dan seimbang itu apa sih? Arti dari neraca pembayaran surplus itu apa?

Pengertian Neraca Pembayaran Surplus Defisif dan Seimbang

Telah dijelaskan sebelumnya pada artikel pengertian neraca pembayaran suatu negara bahwa neraca pembayaran menggambarkan penerimaan valuta asing yang dimasukkan dalam kategori kredit dan pembayaran valuta asing yang masuk kategori debit. Selain itu di dalam komponen neraca pembayaran itu sendiri terdapat 3 neraca yang masing-masingnya juga memiliki kategori kerdit dan debit. Oleh sebab itu pengertian neraca pembayaran surplus atau defisit bisa dilihat dari neraca pembayaran secara keseluruhan atau dari keseimbangan masing-masing neraca.

  1. Neraca Pembayaran Secara Keseluruhan

Penerimaan valuta asing oleh suatu Negara yang berasal dari transaksi dengan Negara-negara lain jumlahnya harus sama dengan pembayaran valuta asing Negara tersebut kepada Negara-negara lain. Oleh sebab itu, neraca pembayaran secara keseluruhan harus seimbang, artinya debit harus sama dengan kredit.

Misalkan neraca transaksi berjalan, neraca modal dan lalu-lintas devisa diberi lambang berturut-turut sebagai T, M dan L. Sedang untuk kategori kredit atau penerimaan diberi symbol K dan debit atau pembayaran diberi symbol D.

Jadi bila dibuat persamaan antara kredit dan debit dalam neraca pembayaran, akan tampak sebagai berikut :

TK + MK + LK = TD + MD + LD

Tiga variabel di sebelah kiri menggambarkan semua penerimaan valuta asing sedangkan 3 variabel di sebelah kanan menggambar semua pembayaran valuta asing.

Bila persamaan di atas ditulis kembali berdasar neraca-neraca yang terdapat di dalam neraca pembayaran, maka bentuknya akan menjadi :

(TK – TD) + (MK – MD) + (LK – LD) = 0

Dari persamaan di atas tampak bahwa masing-masing neraca tidak perlu seimbang namun penjumlahan total untuk semua neraca dalam neraca pembayaran nilainya harus 0. Atau dengan kata lain neraca pembayaran secara keseluruhan harus seimbang.

  1. Keseimbangan Masing-masing Neraca

Neraca pembayaran secara keseluruhan harus seimbang. Namun suatu Negara bisa mengalami surplus atau deficit bila berhubungan dengan Negara lain atau suatu kelompok Negara.

Dalam neraca transaksi berjalan, keadaan yang yang menguntungkan terjadi bila penerimaan melebihi pembayaran. Dengan kata lain, Negara tersebut mengekspor barang dan jasa yang nilainya lebih besar dari pada impornya.

Sedangkan untuk neraca modal, keadaan akan menguntungkan bila banyak modal asing masuk ke suatu Negara. Jadi Negara tersebut mengimpor modal lebih banyak dari pada mengeskpor modal ke Negara lain.

Lalu-lintas devisa dikatakan bagus bila pemerintah lebih banyak membeli valuta asing atau emas disbanding menjualnya. Sebab hal itu berarti cadangan devisa Negara yang bersangkutan akan meningkat.

  1. Hubungan antara Berbagai Keseimbangan

Surplus atau defisitnya neraca pembayaran suatu Negara hanya dilihat berdasar nilai neraca transaksi berjalan dan neraca modal saja, tanpa lalu-lintas devisa. Jadi bila dituliskan dalam bentuk persamaan akan tampak sebagai berikut :

(TK – TD) + (MK – MD) = (LD – LK)

Sisi sebelah kiri adalah keseimbangan neraca transaksi berjalan dan keseimbangan neraca modal yang menentukan apakah neraca pembayaran surplus atau deficit. Bila sisi sebelah kiri nilainya positif, maka dikatakan neraca pembayaran dalam keadaan surplus. Sebaliknya bila sisi sebelah kiri negataif, maka neraca pembayaran berda pada keadaan defisit.

Sebagai contoh :

(TK – TD) + (MK – MD) = (LD – LK)

(5 – 7) + (3 – 5)     = 4

                          -4 = 4

Dari contoh di atas tampak bahwa posisi neraca transaksi berjalan adalah defisit, demikian juga dengan neraca modal. Berarti neraca pembayaran berada dalam keadaan defisit yang berarti pemerintah menjual cadangan devisanya, atau dengan kata lain LD > LK. Bila neraca pembayaran surplus, berarti pemerintah menambah cadangan devisanya, atau dengan kata lain LD<LK.

Bila pemerintah tidak mempengaruhi pasar valuta asing, maka sisi sebelah kanan dari persamaan akan bernilai 0.

(TK – TD) + (MK – MD) = 0

Hal ini juga berarti banyaknya defisit atau surplus pada neraca transaksi berjalan harus diimbangi dengan surplus atau defisit neraca modal.

(TK – TD) + (MK – MD) = 0

(TK – TD) = (MD – MK)

Misalkan surplus dari transaksi berjalan sebesar 5, maka nilai neraca modalnya harus defisit 5.

Demikianlah artikel penjelasan tentang pengertian neraca pembayaran surplus defisit dan seimbang. Semoga kamu dapat memahami pengertian surplus dan defisit dalam neraca pembayaran :)